Berbagai Macam Alat Bantu Pernapasan yang Bisa Dipasang di Rumah

26 Maret 2019 © Protected by COPYSCAPE

Pasien dengan penyakit gangguan pernapasan seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan emfisema tentu membutuhkan alat bantu untuk bernapas dengan baik dan untuk menjalankan kegiatannya sehari-hari. Misalnya tabung oksigen yang sangat membantu kegiatan para pasien dengan gangguan pernapasan.

Berbagai Macam Alat Bantu Pernapasan yang Bisa Dipasang di Rumah

Berbagai Macam Alat Bantu Pernapasan yang Bisa Dipasang di Rumah

Berbagai Macam Alat Bantu Pernapasan yang Bisa Dipasang di Rumah

Mungkin sebagian dari Anda belum mengetahui apa saja alat bantu pernapasan yang dibutuhkan bagi mereka dengan gangguan pernapasan, berikut ini informasi mengenai alat bantu pernapasan yang bisa digunakan dan dipasang di rumah:

1. Tabung dan regulator oksigen

Jika Anda memiliki gangguan pernapasan bisa menggunakan tabung oksigen sebagai alat bantu pernapasan. Tabung ini memiliki kemampuan untuk mengubah air menjadi oksigen. Setelah itu dialirkan dengan selang ke saluran pernapasan melalui hidung atau mulut.

Tabung oksigen ini juga dilengkapi dengan regulator oksigen. Fungsinya yaitu untuk mengendalikan tekanan oksigen yang akan diterima pasien. Ini dikarenakan oksigen yang dihasilkan dari tabung bertekanan tinggi, maka dari itu perlu diatur terlebih dahulu sebelum diberikan kepada pasien agar aman.

2. Tabung oksigen portable

Jika tabung oksigen pada umumnya mempunyai ukuran besar, maka oksigen portable dikemas dengan tabung kecil dan oksigennya berbentuk gas. Dengan ukurannya yang lebih kecil dan bobotnya yang sangat ringan, menjadikan tabung ini sangat mudah dibawa kemana saja.

Tabung tersebut juga menjadi salah satu alat penting yang wajib masuk dalam kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), tentunya sebagai alat bantu bagi para penderita gangguan pernapasan.

3. Oxygen concentrator

Alat bantu pernapasan selanjutnya yang bisa dipasang di rumah adalah oxygen concentrator. Alat satu ini bisa menghasilkan oksigen murni dari udara bebas dan bisa meningkatkan kadar oksigen yang terdapat di dalam darah.

Cara kerja alat ini yaitu dengan mengambil udara bebas dari lingkungan sekitar lalu memisahkan nitrogen atau zat lain yang terdapat dari udara melalui penyaring atau filter. Setelah itu, oksigen bisa disalurkan dengan selang kepada saluran pernapasan pasien yang mengalami gangguan pernapasan.

Oxygen concentrator memiliki 2 jenis yaitu portable yang bisa dibawa kemana saja dan yang didesain untuk tidak dipindah atau static. Anda bisa memilih yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Misalnya Anda ingin tabung yang bisa dibawa kemana saja maka bisa memilih yang portable, namun jika sebaliknya, Anda bisa memilih yang static. Alat ini sudah dijual bebas di pasaran, jadi Anda tidak perlu takut tidak bisa mendapatkannya.

4. Oximeter

Oximeter merupakan alat bantu pernapasan yang dapat mengukur kadar oksigen yang ada di dalam darah. Uniknya alat ini memiliki bentuk mirip jam tangan. Cara kerjanya, oximeter dihubungkan dengan sensor yang fungsinya untuk mengukur kadar oksigen di jari-jari Anda.

Nantinya kadar oksigen di dalam darah akan muncul pada layar oximeter, sama halnya ketika Anda melihat angka pada jam tangan.

5. Nebulizer

Yang terakhir yaitu nebulizer yang bisa mengubah obat asma, awalnya memiliki bentuk cair lalu berubah menjadi gas. Selanjutnya gas tersebut akan dialirkan dengan selang ke saluran pernapasan. Kelebihan dari alat ini yaitu bisa langsung memberikan obat asma menuju organ yang terkait yaitu paru-paru. Dengan menggunakan alat ini, maka efek penggunaan akan lebih terasa.

Demikian beberapa alat bantu pernapasan yang bisa dipasang sendiri di rumah dan tentunya bisa membantu pasien dengan gangguan pernapasan. Jika Anda juga membutuhkan alat-alat medis atau kesehatan seperti tabung oksigen bisa langsung membelinya di https://jual-alkes.com/. Di sana menyediakan beragam alat medis atau kesehatan yang bisa membantu Anda dalam aktifitas sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.