Hal Aneh di Tahun 2013

1 Januari 2014 © Protected by COPYSCAPE

Selamat datang di posting pertama tahun 2014. Malam yang ribut dengan banyak terompet dan petasan sudah terlewatkan. Saya sangat bersyukur karena malaikat Israfil tidak ikut berpartisipasi meniup trompetnya pada malam pergantian tahun kemarin. Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri sebagai bekal di alam sana nanti 😀

Hal Aneh di Tahun 2013

Hal Aneh di Tahun 2013. Foto: pixabay.com – alexramos10

Persis dengan judul, kali ini saya akan membahas hal-hal aneh yang saya dan mungkin Anda juga mengalaminya selama tahun 2013.

1. SMS Spam

SMS Spam

SMS Spam

Ya, 1 tahun penuh selama 2013 saya dipenuhi dengan sms-sms tidak penting. Saya bingung, sebenarnya si pengirim sms ini niatnya apa? Ingin menipu? Tapi kok tidak kreatif ya.

Komentar saya bagi yang pernah mengirimkan sms yang menawarkan jasa prediksi nomor buntut, “Terimakasih ya, tapi maaf saya tidak tertarik”. Yang jadi pertanyaan saya adalah kenapa Anda menawarkannya ke saya? Kenapa keahlian tersebut tidak Anda gunakan sendiri saja? Kan bisa kaya tanpa menipu orang?

Bagi yang pernah mengirimkan sms minta pulsa dan mengaku-ngaku pacar saya menggunakan kata sayang. Sebenarnya maksud Anda apa? Ingin menipu atau menyindir kejombloan saya? Sungguh Anda tidak menjaga perasaan para fakir asmara 😀

Juga, bagi yang pernah mengirimkan sms langsung minta kirimkan uang ke nomor rekeningnya. Memangnya Anda siapa? Kalau ingin uang ya kerja, bukannya malah mengirim sms tidak jelas seperti itu. Asal Anda tahu, warga Indonesia itu pintar-pintar ya.

2. Geisha – Lumpuhkan Ingatanku

Sebenarnya saya tidak ada masalah dengan band Geisha nya. Hanya saja bagi anak-anak yang tidak hafal lirik lagu limpuhkanlah ingatanku tapi sok nyanyi seolah-olah Diva Indonesia. Mereka teriak “Lumpuhkanlah ingatanku, Lumpuhkanlah ingatanku”. Bukan apa-apa sih, tapi sejujurnya saya takut kalau liriknya jadi doa. Kakek-kakek saja menginginkan ingatannya kuat. Lah ini anak-anak malah mau ingatannya dilumpuhkan? Parah!

3. Anak-Anak atau Dewasa?

Ini nih yang paling tidak asyik. Beberapa bulan yang lalu, saya datang ke tempat potong rambut baru yang direkomendasikan teman saya. Teman saya memberitahu bahwa potong rambut di sana dapat bonus pijat, tapi bukan plus plus ya! Setelah saya datang, ternyata pijatannya enak dan potongan rambutnya sesuai harapan. Tapi, masalahnya ada pas saya ingin membayar jasa potong rambut tersebut. Di sana, ada label harga anak-anak 1o ribu dan dewasa 13 ribu. Nah, tanpa bertanya lagi, saya langsung menyerahkan uang sebesar 13 ribu, tapi ternyata mas-masnya malah mengembalikan uang 3 ribu-nya. Lah ini maksudnya apa? Saya bukan anak-anak, saya sudah dewasa.

4. Fans Bola Karbitan

Biasanya, jika ada yang suka dengan salah satu klub bola, misalkan saja Manchester City. Kita pasti akan diejek, entah itu glory hunter atau fans karbitan. Wajar sih soalnya kebetulan saya suka City pas City juara Liga Primer Inggris 2 tahun yang lalu. Lalu yang jadi pertanyaan adalah apa yang harus saya lakukan agar tetap bisa menjadi fans Manchester City tanpa harus disebut glory hunter atau fans karbitan? Apakah saya harus suka City dari saat klub City baru dibentuk? Atau pas saat pertama kali ada pemikiran ingin membentuk klub City? Atau bahkan pas penentuan qadha dan qadar saya sudah harus suka dengan City? Ya tidak, kan?

5. Iklan Nanggung

Nah, ini yang terakhir. Kalau diperhatikan, iklan di Indonesia banyak yang nanggung ya. Contohnya iklan shampo yang selalu saja iklannya menyebutkan hasil riset “4 dari 5 orang” atau “9 dari 10 orang”. Kenapa 1 orang yang tidak sependapat itu dimasukkan ke dalam hasil riset? Kenapa tidak “5 dari 5 orang setuju”? Kan lebih terpercaya.

Belum lagi ada iklan sabun mandi yang mengklaim dapat membunuh kuman hingga 99%. Pertanyaan saya, kenapa harus 99%? Kenapa harus tanggung dan tidak langsung 100% saja? Apakah pihak produsen sabun mandi tersebut tidak memikirkan perasaan kuman yang 1%? Bagaimana kalau dari 100% kuman itu ada yang sudah berstatus suami istri, kemudian dua sejoli ini terpisah setelah kita mandi, yang 1 mati dan yang 1 masih tertinggal di badan. Apakah Anda bisa membayangkan bagaimana perasaan si kuman yang tertinggal di badan ini? Ini lebih sakit dibandingkan LDR.

Penutup

Nah, itu saja yang ingin saya ungkapkan, jangan terlalu serius ya. Saya hanya bercanda, tapi meskipun bercanda, ada benarnya juga lho?

Oh ya, Selamat tahun baru 2014 untuk Anda yang merayakan 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.