Apakah Asap Vape Berbahaya bagi Kesehatan?

12 Maret 2017 © Protected by COPYSCAPE

Seperti kita ketahui bersama, saat ini vape merupakan trend bagi para perokok. Hal ini bisa terjadi karena vape digadang-gadang dapat digunakan sebagai solusi bagi orang yang ingin berhenti merokok. Selain itu, vape juga disebut sangat aman bagi pengguna maupun orang-orang di sekitarnya. Namun, benarkah itu semua? Apakah asap vape berbahaya bagi kesehatan?

Vape atau rokok elektrik merupakan “rokok” yang menggunakan tenaga baterai sebagai pemanas yang akan menguapkan cairan vape (liquid) menjadi  uap cairan. Uap cairan tersebut kemudian dihirup oleh pengguna vape saat mereka menekan tombol pada alat vaporizernya lalu menghembuskan asapnya ke udara, seperti halnya merokok. Lalu, apakah orang-orang disekitar pengguna vape harus khawatir saat menghirup asap vape layaknya asap dari rokok tembakau? Mari kita bahas.

Apakah Asap Vape Berbahaya bagi Kesehatan?

Apakah Asap Vape Berbahaya bagi Kesehatan?

Apakah Asap Vape Berbahaya bagi Kesehatan?

Kandungan dari Asap Vape

Secara teknis, pengguna vape tidak bisa disebut sebagai perokok. Mereka tidak merekok, mereka hanya “vaping” dalam artian hanya menggunakan vaporizer sebagai alat inhaler yang bertenaga baterai. Berbeda dengan perokok tembakau, vape menghasilkan uap melalui sistem pemanasan. Sedangkan rokok tembakau melibatkan pembakaran tembakau menggunakan api yang melepaskan emisi kimia beracun ke udara.

Meskipun begitu, Tobias Schripp, peneliti dari Fraunhofer Institut Jerman mengatakan bahwa hasil pemanasan dari vaporizer bukan hanya sekedar uap air. Beliau menjelaskan bahwa asap vape juga mengandung partikel nikotin yang sangat halus, senyawa polutan organik yang mudah menguap, dan hidrokarbon yang berpotensi karsinogenik. – Dari pernyatan tersebut, kita dapat mengkonfirmasi bahwa vape tidak sepenuhnya bebas polusi.

Cairan yang digunakan (umumnya disebut liquid) pada perangkat vape terdiri dari 4 bahan utama, yaitu propilen glikol, nikotin, gliserin nabati, perasa tambahan, dan mungkin juga beberapa bahan kimia lainnya. Pada saat dipanaskan, liquid akan menguap menjadi kabut asap yang dihirup oleh pengguna sebelum akhirnya dilepaskan ke udara.

Pernyataan inti dari artikel ini adalah apakah vape berbahaya bagi kesehatan atau bahayakah jika kita menghirup asap vape?

Apakah Asap Vape Berbahaya bagi Kesehatan?

Hingga saat ini, studi ataupun bukti ilmiah tentang efek menghirup asap vape bagi kesehatan masih sangat terbatas. Namun, kebanyakan ahli kesehatan berspekulasi bahwa paparan asap vape dapat memicu masalah kesehatan karena partikel halus yang ada di dalam asap mungkin saja dapat menumpuk di dalam paru-paru. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah pernapasan seperti asma dan penyempitan pembuluh darah yang dapat memicu serangan jantung.

Sebagai contoh, propilen glikol (PG). Penggunaan PG dalam beberapa produk resmi memang telah disetujui oleh FDA. Namun, tetap saja metode penghirupan nikotin uap yang ada di dalam propilen glikol tidak disetujui penggunaannya. Beberapa studi menyebutkan bahwa pemanasan PG dapat mengubah bentuknya menjadi propilena oksida (suatu senyawa yang bersifat karsinogenik). Efek jangka pendeknya dapat menyebabkan iritasi mata, saluran napas, dan tenggorokan. Sementara efek jangka panjang dapat mengakibatkan anak menderita asma.

Dalam suatu percobaan oleh Dr Thomas Sussan dan ilmuwan di Departemen Ilmu Kesehatan Lingkungan Bloomberg School menemukan bahwa ada peningkatan risiko kelemahan sistem imun tubuh dan infeksi pernapasan pada tikus percobaan yang diletakkan dalam ruangan yang berisi asap vape, beberapa tikus bahkan dilaporkan mati pada akhir penelitian. Efek tersebut diduga dipicu oleh radikal bebas – racun yang sangat reaktif yang juga ditemukan dalam asap rokok tembakau dan polusi kendaraan bermotor. Racun tersebut menyebabkan kematian sel dengan cara merusak DNA dan molekul lain dalam sel tubuh.

Kesimpulan

Dari beberapa laporan penelitian yang telah disebutkan, sejauh ini dapat disimpulkan bahwa vape tidak bisa dikatakan sepenuhnya aman bagi para pengguna ataupun orang di sekitarnya yang “ikut-ikutan” menghirup asap vape. Hal tersebut dikarenakan asap vape mengandung beberapa bahan yang bersifat karsinogenik, meskipun jumlahnya masih jauh di bawah asap tembakau.

Lalu, jika dihadapkan pada 2 pilihan antara menghirup asap vape atau asap tembakau, para ahli sepakat bahwa menghirup asap vape memberikan peluang kesehatan yang lebih baik jika dibandingkan dengan menghirup asap tembakau. Asap tembakau mengandung ribuan bahan kimia, 60 dari bahan kimia tersebut merupakan karsinogenik. Oleh karena itu, kesimpulan akhirnya adalah asap vape lebih baik dibandingkan asap tembakau, namun tetap saja asap vape tidak bisa dikatakan sepenuhnya aman bagi kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.