Hal yang Saya Ketahui tentang Makhluk Halus atau Ghaib

20 November 2018 © Protected by COPYSCAPE

Untuk pertama kalinya, postingan saya bertema mistis. Kali ini saya ingin berbagi mengenai hal yang saya ketahui tentang makhluk halus atau makhluk ghaib. Perlu saya buat disclaimer sebelumnya bahwa saya hanyalah seorang manusia biasa (bukan indigo dan tidak memiliki indra keenam) yang pernah begitu tertarik dengan dunia ghaib beserta isinya. Alhamdulillah, hingga saat ini secara sadar saya tidak pernah melihat makhluk halus atau makhluk ghaib.

Sedikit cerita, suatu waktu saya pernah begitu tertarik dengan dunia ghaib setelah membaca banyak cerita mistis di forum Kaskus. Namun, seiring berjalannya waktu, setelah mendapatkan nasihat dari orang tua dan beberapa teman, akhirnya saya harus menahan rasa ingin tahu saya lebih dalam tentang dunia ghaib. Meskipun begitu, hingga saat ini sebenarnya saya masih saja tertarik dan akan sangat antusias jika ada orang yang bercerita tentang pengalaman mistisnya.

Semua hal yang saya tulis dalam postingan ini hanyalah dari apa yang saya ketahui setelah membaca, mendengar cerita, me-logika-kan, dan menghubungkannya dengan apa yang ada dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, Anda tidak harus percaya 100% dengan apa yang saya tuliskan dalam postingan ini. Saya sangat terbuka dan berharap ada masukan terhadap apa yang saya tulis di dalam postingan ini.

1. Apa Perbedaan Jin, Iblis, Setan, dan Hantu?

Sebelum lebih dalam membahas tentang makhluk halus, hal yang perlu diketahui dan dipahami adalah apa bedanya jin, iblis, setan, dan hantu? Menurut bacaan dan cerita yang pernah saya dengar, ada perbedaan antara jin, iblis, setan, dan hantu. Berikut pengertiannya masing-masing:

Jin

Jin adalah salah satu jenis dari ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diciptakan dari bahan dasar api, sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Ar-Rahman ayat 14-15:

“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. Dan Dia menciptakan jin dari nyala api”. (QS. Ar-Rahman: 14-15).

Jin memiliki beberapa kesamaan dengan manusia, yaitu memiliki akal dan nafsu dan juga memiliki perintah dan larangan syariat. Sehingga, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir.

Iblis

Iblis adalah nama salah satu jin yang menjadi pemuka dari para pembangkang, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-Kahfi ayat 50:

“Ingatlah ketika Kami berkata kepada para malaikat, ‘Sujudlah kalian kepada Adam!’ maka mereka semua-pun sujud kecuali Iblis. Dia dari golongan jin dan membangkang dari perintah Allah.” (QS. Al Kahfi: 50).

Iblis juga memiliki keturunan, sebagaimana umumnya jin lainnya.

Setan

Berbeda dengan jin dan iblis yang merupakan makhluk. Setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, tidak taat, membangkang, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya, sehingga dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri. Oleh karena itu, setan adalah sifat, maka kata ini bisa melekat pada diri jin ataupun manusia.

Hantu

Sepemahaman saya, hantu hanyalah sosok hasil bayangan dan halusinasi manusia dari sebuah persepsi negatif. Lalu, jin ‘mempolitisir’ keyakinan keliru ini dengan menampakkan wujud seperti yang terbayang di pikiran manusia. Itulah penyebabnya, hantu di Indonesia berbeda dengan hantu di negara lain, karena visualisasi tentang hal yang menakutkan setiap orang di berbagai negara berbeda-beda. Sebagai contoh, di Indonesia, sebagaimana yang sering kita dengar dan tonton di televisi, pocong adalah hantu yang terbungkus oleh kain kafan, kuntilanak yang mengenakan gaun putih panjang, tuyul yang berwujud anak-anak dan hanya menggunakan kolor, dan lain sebagainya. Semua jenis hantu yang menakutkan itu sudah terkonsep di dalam otak kita masing-masing secara tidak sadar gara-gara tontonan televisi dan cerita mistis ketika kecil, lalu jin ‘mempolitisir’ ketakukan tersebut sebagaimana yang tervisualisasi di dalam pikiran kita.

2. Penampakan Orang yang Sudah Meninggal dan Arwah Penasaran

Bagaimana tentang penampakan orang yang sudah meninggal dan arwah penasaran? Untuk menjawab pertanyaan ini, sebenarnya sangat mudah. Hal yang harus dipercaya adalah bahwa dunia bagi roh orang yang sudah meninggal dunia (alam kubur) berbeda dengan orang yang masih hidup (alam dunia). Di antara keduanya terdapat barzakh (dinding pemisah). Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-Mu’minum ayat 99-100:

“Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, ia berkata, ”Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan”. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun: 99-100).

Juga dalam QS. Ar-Rahman ayat 20:

“Antara keduanya ada batas (barzakh) yang tidak dilampaui oleh masing-masing.” (QS. Ar-Rahman: 20).

Allah telah menegaskan bahwa ada barzakh (dinding pemisah) antara orang yang telah meninggal dan kehidupan dunia. Selanjutnya masing-masing sudah sibuk dengan balasan yang Allah berikan kepada mereka. Roh orang baik akan berada di tempat yang baik, sebaliknya, roh orang jahat akan berada di tempat yang jahat.

Tidak ada penampakan dari orang yang sudah meninggal, apalagi arwah penasaran. Saya sangat yakin, tidak ada. Lalu, bagaimana dengan cerita orang tentang penampakan yang tahu segala hal dan rahasia dari orang yang sudah meninggal? Lanjut baca poin ke-3.

3. Setiap Manusia Memiliki Pendamping Ghaib (Jin Qorin)

Kenapa ada penampakan orang yang sudah meninggal dan ‘dia’ tahu segala hal tentang kehidupan dan rahasia dari orang yang sudah meninggal? Sejauh pengetahuan saya, penampakan tersebut adalah dari jin qorin atau kembaran (pendamping) ghaib dari orang yang sudah meninggal tersebut. Qorin adalah setan dari golongan jin yang bertugas mendampingi setiap manusia untuk menggoda dan menyesatkan manusia tersebut.

Berikut firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hadist yang menunjukkan adanya jin qorin.

“Yang menyertai manusia berkata: ‘Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh’.” (QS Qaf: 27).

Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karena itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR. Muslim).

Nah, dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, dapat diketahui bahwa setiap manusia memiliki jin pendamping (qorin) yang selalu bersama dari manusia tersebut lahir hingga meninggal dunia. Jadi, hal yang wajar jika si jin qorin ini mengetahui segala hal bahkan rahasia tentang manusia yang didampinginya.

4. (………) – Khodam

5. (………) – Berinteraksi dengan Makhluk Halus

Nah, itulah beberapa hal yang saya ketahui tentang makhluk halus atau makhluk ghaib. Suatu waktu mungkin akan saya tambahkan atau koreksi jika ada pengetahuan baru yang saya dapatkan. Saya tidak menjamin apa yang saya tulis merupakan hal yang benar (kecuali firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), yang pasti itulah beberapa hal yang sejauh ini saya yakini setelah banyak membaca, mendengar, me-logika-kan, dan menyesuaikan dengan ajaran Islam yang saya yakini. Silakan tuliskan melalui kolom komentar jika ada hal yang ingin Anda tambahkan atau Anda koreksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.