Panduan Bermain Werewolf untuk Pemula

Perbaruan: 12 Juni 2018 © Protected by COPYSCAPE

Saya yakin kalian adalah pemula dalam permainan Werewolf, benar kan? Loh kok tahu? Iya lah, kalau kalian pro untuk apa kalian membaca panduan bermain Werewolf untuk pemula lagi? Oh iya iya. Haha, lupakan pembuka artikel yang gaje barusan, kita langsung ke tahap pembelajaran saja ya, hehe. Oh iya, sekadar pemberitahuan di awal, teori dalam permainan ini memang agak susah untuk dimengerti –apalagi oleh orang yang memang tidak niat untuk memainkan permainan ini- tapi percayalah bahwa permainan Werewolf ini sangat mengasyikkan ketika dimainkan. Pengalaman pertama saya memainkan permainan ini adalah saat jam 10 malam dan baru berakhir ketika jam setengah 4 pagi, itupun karena sudah tidak ada lawan bermain lagi.

Panduan Bermain Werewolf untuk Pemula

Panduan Bermain Werewolf untuk Pemula. Foto: thegrommet.com

Panduan Bermain Werewolf untuk Pemula

Bagi sobat yang belum tahu menahu tentang apa permainan Werewolf ini, sebut saja permainan ini adalah permainan peran (role), hasut-menghasut, bunuh-membunuh, dan latihan membaca pemikiran orang lain :D. Sebagai pengenalan awal, hal yang harus diketahui dalam permainan ini adalah adanya alur cerita, fase waktu dan peran pemain.

1. Alur Cerita

Alur cerita akan berhubungan dengan fase waktu. Semua alur cerita dalam permainan ini dipimpin oleh seorang moderator. Inti cerita dari permainan Werewolf adalah ada sebuah desa yang mana di desa tersebut tentunya dihuni oleh warga desa. Yang menjadi permasalahan adalah dari semua warga desa, beberapa diantaranya merupakan Werewolf (manusia serigala) yang dapat membunuh warga desa setiap malamnya. Permainan ini akan berakhir jika seluruh warga desa mati yang berarti Werewolf menang atau seluruh Werewolf mati yang berarti warga desa menang.

2. Fase Waktu

Fase waktu dalam permainan Werewolf ada 2, yaitu fase malam dan fase siang. Fase malam adalah fase dimana para serigala beraksi untuk membunuh warga desa. Sedangkan fase siang adalah fase dimana seluruh warga desa (termasuk Werewolf) berunding untuk membunuh salah satu pemain yang mereka curigai adalah Werewolf.

3. Peran Pemain

Peran pemain dalam permainan Werewolf ada banyak –kalau tidak salah ada 22 peran-, tapi pada bagian awal (untuk pemula) ini saya akan menjelaskan 3 peran saja yang umumnya digunakan saat bermain offline (tatap muka). Peran tersebut adalah serigala (Werewolf), penerawang (seer), dan warga desa (villagers). Setiap peran memiliki tugas dan kemampuannya masing-masing seperti yang telah saya singgung pada bagian Alur Cerita dan Fase Waktu. Yang belum saya jelaskan hanyalah peran penerawang (seer). Peran penerawang dalam permainan ini adalah menerawang seorang warga desa setiap malamnya untuk diketahui apakah dia Werewolf atau hanya warga desa biasa.

Nah, saya rasa teorinya sudah cukup. Untuk lebih mempertajam pemahaman tentang permainan Werewolf ini, saya coba berikan simulasi singkat dalam bermain Werewolf:

Simulasi Permainan Werewolf

Anggaplah ada 5 orang yang bermain dalam permainan ini (si A,B, C, D, dan E), dengan perannya masing-masing 1 Werewolf (si A), 1 penerawang (si B), dan 3 warga desa (si C, D, dan E).

Pemain yang masih hidup: A, B, C, D, dan E.

Permainan ini berawal dari siang hari.

Siang hari: Moderator akan memberikan beberapa narasi, namun tidak ada yang mati pada siang ini.

Hari pun berganti malam.

Malam hari: Moderator memberikan perintah kepada warga desa untuk memejamkan mata (seolah-olah warga sedang tidur). Pada saat warga desa tidur, moderator akan menyuruh penerawang dan Werewolf untuk bangun secara bergantian.

Penerawang diberikan 1 kesempatan secara diam-diam untuk menerawang (istilahnya untuk bertanya kepada moderator) salah satu warga desa yang dia curigai sebagai Werewolf. Dalam simulasi ini kita anggap penerawang mencurigai si C sebagai Werewolf dan moderator memberitahukan bahwa si C bukan Werewolf.

Penjelasan: Jika penerawang menunjuk si C, D, atau E yang merupakan warga desa biasa maka moderator akan memberikan kode bahwa yang dia tunjuk hanyalah warga biasa. Jika penerawang menunjuk si A (Werewolf) maka moderator akan memberikan kode bahwa si A adalah Werewolf. Nah, jika penerawang sudah tahu siapa Werewolf, tugas selanjutnya adalah meyakinkan warga desa yang lain pada saat diskusi untuk membunuh si A pada siang hari.

Setelah penerawang disuruh tidur, selanjutnya giliran Werewolf untuk beraksi dan memilih siapa yang akan dia bunuh pada malam tersebut. Dalam simulasi ini kita anggap Werewolf membunuh si B yang merupakan penerawang.

Hari pun berganti siang.

Siang hari: Moderator memberikan narasi bahwa si B telah dibunuh oleh serigala pada malam sebelumnya. Selanjutnya moderator memberikan waktu kepada seluruh pemain yang tersisa untuk berdiskusi dan voting siapa yang akan dibunuh pada siang tersebut. Dalam simulasi ini anggaplah yang dibunuh adalah si A. Selanjutnya moderator mengumumkan bahwa manusia serigala telah mati dan permainan dimenangkan oleh warga desa.

Permainan berakhir.

Nah, dengan berakhirnya simulasi permainan, maka berakhir pula lah artikel saya tentang Panduan Bermain Werewolf untuk Pemula ini. Silakan berkomentar di kolom komentar jika ada yang ingin disampaikan atau ditanyakan. 😀

Komentar pada artikel "Panduan Bermain Werewolf untuk Pemula"

Klik bagian ini untuk membuka riwayat komentar
  1. Fajri Ali berkata:

    maksih bang ilmunya

    1. Muhammad Riduan berkata:

      Sama-sama bang, selamat bermain dan jangan sampai lupa ibadah ya, hehe 🙂

  2. devi berkata:

    masih kagak ngerti beneran

    1. Muhammad Riduan berkata:

      Langsung coba praktik kak Devi, hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *