MUHRID

Kunci Jawaban Pemilihan Antihistamin Berdasarkan Profil Pasien: Dari Pedoman ke Penerapan Praktis [MIMS CPD]

Berikut ini adalah kunci jawaban dari program MIMS CPD berjudul Pemilihan Antihistamin Berdasarkan Profil Pasien: Dari Pedoman ke Penerapan Praktis pada Anak yang tersedia hingga Kamis, 15 Juli 2021.

Pemilihan Antihistamin Berdasarkan Profil Pasien Dari Pedoman ke Penerapan Praktis MIMS CPD

Pemilihan Antihistamin Berdasarkan Profil Pasien Dari Pedoman ke Penerapan Praktis MIMS CPD

Cara mengikuti program MIMS CPD atau program CPD dari website lainnya dan mendapatkan SKP IAI gratis bisa dibaca pada artikel Kumpulan Website yang Menyediakan SKP IAI Gratis.

✅ Reaksi alergi dapat dihasilkan dari antibodi spesifik, limfosit T yang tersensitisasi atau keduanya.

✅ Histamin adalah senyawa alamiah yang dihasilkan tubuh yang disintesa dari asam amino histidin dengan bantuan enzim L-Histidine decarboxylase.

❌ Pendudukan histamine pada reseptor H-1 di arteriol dapat menyebabkan vasokonstriksi.

❌ Antihistamin H-1 generasi pertama diperkenalkan untuk penggunaan klinis tahun 1980-an.

❌ Antihistamin H-1 generasi kedua relatif mempunyai aktivitas antikolinergik yang kuat.

✅ Keuntungan utama antihistamin H-1 generasi pertama dibandingkan dengan antihistamin H-1 generasi kedua adalah antihistamin H-1 generasi kedua tidak menyebabkan sedasi.

❌ Pemberian bersama alkohol dan obat depresan Susunan Saraf Pusat tidak meningkatkan efek sedasi dari antihisamin H-1 generasi pertama.

✅ Bila pasien tidak berespon terhadap satu antihistamin, mungkin akan berespons terhadap antihistamin lainnya.

✅ Antihitamin H-1 generasi pertama yang digunakan sebagai obat tidur adalah difenhidramin.

✅ Efek antihistamin H-1 generasi pertama terhadap serotonin dapat meningkatkan nafsu makan dan berat badan.

✅ Lama kerja (duration of action) dari antihitamin H-1 generasi kedua berkisar antara 12-24 jam.

✅ Loratadin (Claritin) termasuk kedalam antihistamin H-1 generasi kedua.

✅ Salah satu antihistamin yang dapat digunakan sebagai obat anti mabuk perjalanan adalah dimenhdrinat.

✅ Bila pasien tidak responsive terhadap antihistamin H-1 generasi kedua, dosisnya dapat ditingkatkan sampai 4 kali lipat dosis biasa.

✅ Obat yang dapat meningkatkan efek dari loratadin adalah antibiotik golongan makrolida (azytromizin, aritromisin, klaritomisin).

❌ Antihistamin tidak di kontraindikasikan seperti glaukoma sudut sempit, hipertrofi prostat, peptic ulcer, obstruksi leher kandung kemih.

✅ Antihistamin yang direkomendasikan Asosiasi Penerbangan Sipil Amerika Serikat dan Organisasi penerbangan sipil Internasional (ICAO) untuk digunakan pilot adalah Loratadin, desloratadin dan feksofenadin.

✅ Antihistamin H-1 generasi kedua yang direkomendasikan untuk anak mulai dari usia 2 tahun adalah loratadin, setirizin dan feksofenadin.

❌ Loratadin termasuk kedalam kategori resiko C berdasarkan kategori keamanan obat pada ibu hamil menurut FDA.

✅ Pada penderita gangguan hati berat, obat yang direkomendasikan adalah setirizin 5 mg/hari dan loratadin 10 mg selang 1 hari.

Materi program MIMS CPD berjudul Pemilihan Antihistamin Berdasarkan Profil Pasien: Dari Pedoman ke Penerapan Praktis oleh apt. Khairil Armal, M.Kes. bisa didownload melalui link MIMS CPD_Artikel Pemilihan Antihistamin_Apt Khairil_Bayer.

Sekian, semoga bermanfaat 😀

Exit mobile version