Tanya Kenapa #3: Kenapa Aurora Tidak Terjadi di Indonesia?

7 Maret 2016 © Protected by COPYSCAPE

Halo MUHRID. Selamat datang kembali di posting kategori Tanya Kenapa, sebuah kategori yang mencoba untuk menjelaskan kenapa sesuatu bisa terjadi dan menegaskan bahwa sesuatu terjadi karena suatu alasan dan bukan terjadi secara kebetulan. Kali ini kita sudah memasuki Tanya Kenapa yang ke-3 dan pertanyaannya adalah Kenapa Aurora Tidak Terjadi di Indonesia?.

Oke, sebelum menjawab pertanyaan di atas. Ada baiknya kita sedikit mempelajari apa itu aurora. Menurut kutipan (dengan sedikit perubahan pada typo) dari situs infoastronomy.org (yang sejauh ini adalah situs tentang astronomi terpercaya menurut saya), aurora adalah peristiwa cahaya yang menyala-nyala di langit malam karena adanya gesekan partikel bermuatan dari matahari dengan atmosfer. Fenomena aurora ditandai dengan langit yang tiba-tiba menjadi gelap, lalu muncul cahaya terang benderang yang indah. Biasanya cahaya tersebut akan berwarna merah, hijau, dan seperti lembayung. Penyebab aurora adalah atom-atom dan molekul yang bersatu dan bertumpuk di udara, yang mana partikel tersebut terhisap oleh magnet bumi di sekitar kutub utara dan selatan. Berikut foto aurora borealis yang baru-baru (7 Maret 2016) ini terlihat di langit daerah sekitaran Lietzen, Brandenburg, Germany.

Kenapa Aurora Tidak Terjadi di Indonesia

Kenapa Aurora Tidak Terjadi di Indonesia

Kenapa Aurora Tidak Terjadi di Indonesia

Kenapa? Sebenarnya jawabannya sangat sederhana. Dari penjelasan di atas disebutkan bahwa penyebab aurora adalah atom-atom dan molekul yang bersatu dan bertumpuk di udara. Kemudian partikel tersebut terhisap oleh magnet bumi di sekitar kutub utara dan selatan. Seperti pada pelajaran IPS di sekolah dasar, Indonesia terletak di daerah khatulistiwa, dan pada pelajaran IPA disebutkan bahwa medan magnet Bumi itu hanya ada di kutub (kutub utara dan kutub selatan). Jadi, dapat disimpulkan bahwa jawaban dari pertanyaan Tanya Kenapa kali ini adalah karena Indonesia terletak di daerah khatulistiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.