Demam Top Eleven: Kita Berusaha dan Server yang Menentukan

22 September 2013 © Protected by COPYSCAPE

Hai sobat MUHRID. Kebetulan sedang online, jadi saya coba membuat postingan agar blognya tidak sampai berdebu, hehe. Sebelum kalian melanjutkan posting ini, saya peringatkan bahwa posting ini tidak termasuk posting dengan kategori penting. Jadi, bagi kalian yang menganggap waktu sangat berharga, ya monggo kerjakan aktivitas yang lain saja, hehe. Kali ini saya hanya ingin berbagi cerita, sangat cocok bagi kalian yang ingin tidur, soalnya ceritanya kemungkinan besar membosankan, jadi bisa membuat kalian cepat mengantuk :D. Oke, kita mulai saja ya, di tengah padatnya jadwal kuliah dan menulis laporan (biasa lah anak farmasi), kami anak cowok Farmasi 2012 Universitas Lambung Mangkurat saat ini memiliki kegiatan baru yang luar biasa tidak penting. Akan tetapi, meskipun tidak penting, saya mengakui bahwa kegiatan ini lebih mengasah otak dibandingkan kuliah tengah malam.

top eleven

Top Eleven be a Football Manager. Foto: topeleven.info

Demam Top Eleven be a Football Manager

Kegiatan baru tersebut adalah bermain game online, Top Eleven be a Football Manager. Game ini adalah game paling hot bagi anak cowok se-Farmasi angkatan 2012 saat ini. Sebelumnya, kita semua asyik bermain game Fantasy Premier League, namun karena terlalu lama menunggu jadwal liga premier Inggris akhinya kami semua merasa bosan. Dalam game Top Eleven ini, kami semua bersaing untuk memperebutkan juara 1 di masing-masing liga yang kami ikuti. Di akhir bulan ini kami tiba dipenghujung musim, itu artinya bagi klub kami yang sekarang berada di 7 besar klasemen liga, bisa bersenang hati, karena musim depan kami akan naik tingkat ke tingkat yang lebih tinggi. Sebenarnya bukan untuk apa-apa, hanya sekedar ajang pamer saja, hehe.

Nah, khusus untuk saya, akhir musim ini saya rasakan dengan penuh suka duka. Sukanya karena musim depan tim saya naik tingkat ke tingkat 2 dan bisa bermain di liga Champions. Namun dukanya adalah tim saya cuman berhasil menyelesaikan musim dengan berada di urutan 2 klasemen, artinya saya gagal merebut juara 1 yang saat ini merupakan milik manager asal Thailand. Padahal, selisih poin dengan pemuncak klasemen hanya 2 poin saja. Andaikan si orang Thailand tersebut bermain seri atau kalah di pertandingan terakhirnya, pastinya saya yang akan menjadi juara. Sayangnya, orang Thailand tersebut mungkin sedang hoki tadi malam, jadinya dia menang, huhuhu.

Sedih memang, tapi setelah saya sadari, mau bagaimana lagi? Untuk ngehibur diri sendiri, saya coba untuk merasa puas diposisi 2. Pasti ada hikmah dari semua yang terjadi dan yang terpenting adalah saya sudah berusaha. Kalau orang-orang bilang, kita sebagai manusia hanya bisa berencana, berusaha, dan melakukan hal semaksimal yang kita bisa, masalah hasilnya itu Allah (Tuhan) yang menentukan. Begitu juga dalam game ini, kami sebagai manager tim sepakbola Top Eleven hanya bisa berusaha semaksimal mungkin dengan cara mengatur strategi, hasilnya tetap server game-lah yang menentukan.

Nah, itulah cerita pengantar tidur dari saya, semoga kalian semua bisa mengambil pelajaran dari cerita pengantar tidur ini. Oh iya, terimakasih sudah baca artikel ini sampai habis 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.