Nisab Zakat Penghasilan Gaji, Standar Minimal Penghasilan yang Harus Dizakati

25 Desember 2017 © Protected by COPYSCAPE

Mengenai zakat penghasilan atau profesi, apakah harus dikeluarkan per bulan atau per tahun memang masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Namun menurut ulama kontemporer, keduanya sah-sah saja, alias diperbolehkan membayar zakat satu bulan sekali selama setahun atau langsung sekali dalam setahun. Yang terpenting adalah total penghasilan bersih di luar kebutuhan pokok telah mencapai nisab-nya. Nisab zakat penghasilan gaji merupakan suatu standar minimal harta yang harus dizakati. Yaitu setara dengan harga 522 kg harga beras saat ini. Besar zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5% dikali dengan gaji atau penghasilan.

Nisab Zakat Penghasilan Gaji, Standar Minimal Penghasilan yang Harus Dizakati

Nisab Zakat Penghasilan Gaji, Standar Minimal Penghasilan yang Harus Dizakati

Bahkan berdasarkan pendapat dari Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas dan Umar Abdul Aziz serta Yusuf Qardhawy, tidak ada syarat penimbunan harta (simpanan atau haul) selama 1 tahun untuk dapat mengeluarkan zakat penghasilan, dalam artian zakat dapat dikeluarkan langsung pada saat Anda menerima penghasilan atau gaji. Sama halnya seperti zakat tanaman atau zakat pertanian. Jadi apabila Anda mendapatkan penghasilan dari profesi Anda saat ini maka Anda wajib untuk langsung mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari total keseluruhan penerimaan gaji Anda.

Atau Anda juga dapat menunggu satu putaran terlebih dahulu dan dikeluarkan bersama dengan zakat maal (harta benda) lainnya senilai sama, yakni 2,5%. Namun ada baiknya jika Anda mengeluarkan zakat setiap bulannya dari gaji atau penghasilan yang belum dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya (di luar kebutuhan pokok). Lebih jelasnya lagi, menurut Yusuf Qardhawy, perhitungan zakat penghasilan dibedakan jadi 2 cara yaitu:

1. Secara langsung

Zakat dihitung dari 2,5% dikalikan dengan penghasilan kotor (bruto) Anda secara langsung. Dapat dibayarkan pada satu bulan sekali maupun secara tahunan. Metode ini dianggap lebih tepat dan adil bagi mereka yang dilapangkan rizkinya oleh Allah SWT. Sebagai contoh apabila Anda memiliki penghasilan Rp 4.000.000,- per bulannya, maka zakat yang harus Anda keluarkan setiap bulannya adalah: 2,5% x Rp 4.000.000,- atau sekitar Rp 100.000,-. Angka ini sebenarnya tidak terlalu memberatkan mengingat zakat sendiri tidak akan mengurangi harta kita, justru akan membersihkannya dari hal-hal yang bukan hak milik kita.

2. Setelah dipotong kebutuhan pokok

Yang kedua adalah zakat profesi atau penghasilan dihitung dari hasil dari pengurangan kebutuhan pokok Anda. Sebagai contoh apabila Anda memiliki penghasilan sebesar Rp 6.000.000,- dengan kebutuhan pokok sebesar Rp 1.500.000,- maka zakat penghasilan yang wajib Anda keluarkan adalah: 2.5% x Rp 4.500.000,- atau senilai Rp 112.500,- per bulan. Jika harga beras saat ini adalah Rp 6.500,- sedangkan nisab zakat penghasilan/gaji adalah 522 kg maka jumlah nisab dalam satuan uang rupiah adalah sekitar Rp 3.393.000,-. Jika penghasilan Anda di bawah itu, maka Anda belum diwajibkan membayar zakat penghasilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.