MUHRID

Kunci Jawaban Webinar COMMON CASE in Acute & Chronic Pain: K vs Na Diclofenac, how to differentiate and when to use it? [Webinar 2021-19]

Berikut ini adalah kunci jawaban dari webinar apoteker 2021-19 berjudul COMMON CASE in Acute & Chronic Pain: K vs Na Diclofenac, how to differentiate and when to use it? yang dilaksanakan pada hari Rabu, 5 Mei 2021 oleh PP IAI (On demand sejak tanggal 31 Mei 2021).

Webinar COMMON CASE in Acute Chronic Pain K vs Na Diclofenac how to differentiate and when to use it

Poster Webinar COMMON CASE in Acute Chronic Pain K vs Na Diclofenac how to differentiate and when to use it?

Berikut soal dan kunci jawaban kuis atau post-test webinar IAI yang berjudul COMMON CASE in Acute & Chronic Pain: K vs Na Diclofenac, how to differentiate and when to use it?:

✅ Nyeri akut merupakan respon alami yang termasuk sistem pertahanan tubuh.

✅ Afinitas diklofenak lebih kuat ke COX-2 daripada COX-1.

❌ Profil farmakokinetik diklofenak mengindikasikan bahwa diklofenak termasuk dalam BCS Class 1 (mudah larut dan mudah terabsorpsi).

❌ Sodium diklofenak memiliki laju disolusi lebih tinggi dari pottasium diklofenak.

❌ Pasien dengan nyeri kronis seperti osteoarthritis memperoleh proteksi lebih panjang dengan pottasium diklofenak tablet cepat larut.

✅ Resiko kardiovaskular diklofenak setara dengan COX-2 Selective Inhibitor seperti Celecoxib.

✅ Diklofenak tidak dapat digunakan pada pasien anak.

❌ Nyeri pinggang adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah yaitu daerah antara iga paling atas dengan batas inferior lipat gluteal.

❌ Keluhan nyeri pinggang lebih sering dijumpai pada kelompok usia lebih dari 50 tahun.

✅ Keluhan nyeri yang paling sering adalah nyeri pinggang mekanik.

❌ Pilihan obat parasetamol tidak dapat digunakan untuk nyeri pinggang.

✅ Efek samping OAINS yang paling sering adalah gastrointestinal.

✅ Diclofenak adalah kelompok OAINS yang preferensi COX-2.

✅ Mulut kering adalah salah satu efek samping penggunaan opioid yang cukup sering ditemui.

❌ Nyeri Kronis merupakan respon adaptif tubuh.

✅ Selektif inhibisi COX-2 diklofenak setara dengan celecoxib yang merupakan COX-2 selective Inhibitor.

✅ Sediaan potassium diclofenac lebih kepada mempercepat onset of action.

✅ Penanganan nyeri kronik efektif menggunakan sodium diklofenak.

✅ Penanganan nyeri akut efektif menggunakan potassium diklofenak.

✅ Dosis harian diklofenak adalah 50-150mg/hari terbagi dalam 2-3 dosis.

Jika teman-teman sejawat memerlukan video pemaparan materi dari kegiatan ini, silakan menghubungi saya melalui email 🙂

Dengan adanya kunci jawaban webinar ini, saya berharap teman sejawat sekalian bisa lebih fokus menyimak paparan materi yang diberikan oleh narasumber tanpa harus memikirkan apakah nantinya bisa mendapatkan nilai yang cukup pada kuis atau post-test agar mendapatkan SKP pembelajaran yang ditawarkan.

Silakan digunakan sebagaimana mestinya dan semoga bermanfaat 😀

Exit mobile version