MUHRID

Hindari Hal Ini Saat Datang ke Warung Makan!

Sebuah cerita yang sangat memalukan dan mungkin akan selalu saya dingat selama saya hidup. Dengan membagikan cerita tersebut di dalam tulisan ini, saya berharap Anda tidak akan pernah memiliki pengalaman seperti saya ini.

Hindari Hal Ini Saat Datang ke Warung Makan

Hindari Hal Ini Saat Datang ke Warung Makan

Beberapa hari yang lalu, saya bersama si Pipau (Update: Pipau adalah bekas pacar saya) pergi jalan-jalan dan sekalian mencari makan untuk makan malam. Singkat cerita, akhirnya kami tiba di salah satu warung makan di daerah Loktabat. Tidak berlama-lama lagi, karena perut sudah keroncongan, akhirnya kami langsung memesan makan.

Berikut perbincangan saya bersama mba-mba warung (S: Saya; M: Mba-mba warung).

S: “Mba, pesan nasi goreng 2, ayam tepung 1, sama es teh 2 nya ya”

M: “Oh maaf mas, nasi gorengnya habis, tinggal lalapan saja”

S: “Oke mba, saya tanyakan dulu ya” (bermaksud menanyakan ke Pipau)

Saya menghampiri si Pipau yang sudah duduk di meja makan. (S: Saya; P: Pipau).

S: “Mau apa? Katanya nasi goreng habis, tinggal lalapan aja, bagaimana?”

P: “…..”

Belum sempat si Pipau menjawab pertanyaan saya. Tiba-tiba ada seorang bapak-bapak berbicara pada saya:

“Mas, nasi gorengnya sama es teh ya?”

Nah lo? Saya dikira pelayan warung oleh bapak-bapak yang tadi. Sebenarnya saya sangat kesal, tapi ya mau bagaimana lagi, ingin sekali saya berkata: “Maaf mas nasi gorengnya habis, tinggal lalapan saja”, kemudian saya smackdown saja bapak-bapak itu 😀

Saya lihat ke arah si Pipau mukanya merah karena menahan tawa. Setelah itu, sepanjang perjalanan balik ke kos, si Pipau selalu saja menertawakan saya. Sungguh sial, mimpi apa saya kemarin malam sampai dikira jadi pelayan warung. Salah apa hamba-Mu ini, ya Allah?

Setelah sampai di kos, saya mencoba menganalisis, apa yang salah dengan saya hari ini. Ternyata dan ternyata, ketika saya datang ke warung makan tadi, saya menggunakan warna baju yang sama persis dengan warna baju para pelayan warung makan tersebut 😀

Pelajaran yang bisa diambil:

Nah sobat, berdasarkan cerita saya di atas, saya berharap Anda bisa belajar dari pengalaman saya yang sangat memalukan itu. Selalu ingat bahwa sebisa mungkin jangan mengenakan baju yang warnanya sama dengan warna baju pelayan warung makan.

Exit mobile version