MUHRID

Gejala dan Cara Mendeteksi Kista Ovarium

Kista ovarium merupakan sebuah kantong yang ada pada indung telur atau ovarium wanita. Kantong tersebut berisi cairan. Ukuran kista biasanya berukuran kecil. Kista yang berukuran kecil tidak akan menimbulkan gejala dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, kista yang tidak bisa menghilang dan membesar akan menimbulkan gejala dan harus segera ditangani.

Gejala dan Cara Mendeteksi Kista Ovarium

Gejala dan Cara Mendeteksi Kista Ovarium

Gejala Kista Ovarium

Penyebab nyeri haid yang normal adalah kontraksi rahim pada saat ovulasi. Namun, jika nyeri haid sangat parah sampai Anda tidak bisa beraktivitas, bisa saja pemicunya adalah kista ovarium ini. Gejala-gejala lainnya dari kisat ovarium adalah:

Cara Mendeteksi Kista Ovarium

Terdapat beberapa peralatan yang dapat digunakan untuk mendeteksi keterdapatan kista, diantaranya:

1. USG

Selain untuk memeriksa janin, USG atau ultrasonografi juga bisa digunakan untuk mendiagnosa adanya kista ovarium. USG akan memperlihatkan ukuran, bentuk, lokasi, serta mengetahui isi kista apakah padat atau berisi cairan.

2. Tes Darah

Setelah diketahui keterdapatan kista pada ovarium Anda, maka dokter biasanya akan melakukan tes darah untuk mengetahui apakah kista Anda berpotensi kanker atau tidak. Tes darah bertujuan untuk menguji kadar protein pada darah. Bila terjadi peningkatan, maka wanita berpotensi menderita kanker ovarium.

3. Laparoskopi

Laparoskopi merupakan prosedur pengambilan kista dengan membuat sayatan kecil pada perut. Kemudian dokter akan memasukkan laparoskop yang memiliki kamera kecil sebagai monitor untuk memonitor bagian dalam alat reproduksi.

Kista yang diberi tindakan lanjutan adalah kista yang menyebabkan nyeri, mengganggu menstruasi, serta bila ukurannya besar sehingga berpotensi menjadi kanker. Kenali gejalanya terutama kram perut apakah berpotensi kista atau tidak sehingga Anda bisa melakukan tindakan yang tepat mengenai cara mengobati kram perut saat haid.

Exit mobile version