MUHRID

Desa Wisata Tanon, dari Desa Tertinggal Hingga Lebih Mandiri

Desa Wisata Tanon atau disebut juga dengan Desa Menari adalah salah satu desa hasil binaan Astra yang tergabung dalam program Kampung Binaan Astra atau KBA. Desa yang berada di Lereng Gunung Telomoyo, Getasan, Semarang ini awalnya adalah salah satu desa tertinggal. Namun sekarang, citranya sudah berubah total!

Kades Ketua Pokdarwis Ki Tanuwijoyo

Kades Ketua Pokdarwis Ki Tanuwijoyo | Photo by desawisatatanon.com

Fokus pada Pengembangan Peternakan dan Pertanian

Di desa yang memiliki penduduk yang tidak terlalu banyak ini, nyatanya penduduknya masih berprofesi sebagai peternak dan petani serta pekerja kasar. Terlebih dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di desa ini. Hal itu mengakibatkan maraknya pernikahan dini dan kemiskinan.

Padahal, bila dilihat dari segi sumber daya alamnya, desa ini memiliki potensi yang sangat bagus. Oleh sebab itulah, kegiatan yang diutamakan dalam pengembangannya adalah di bidang peternakan. Meski awalnya program ini berjalan cukup lambat karena kesadaran penghuninya yang masih belum bisa menerima perubahan, namun hal ini sekarang terbukti.

Peternakan dan pertanian yang dikembangkan nyatanya saat ini memberikan masukan baru bagi penghuni desa. Tak hanya sebatas fungsi menghasilkan ternak dan bahan pangan, pertanian, dan peternakan di sini juga dijadikan atraksi wisata. Ada banyak atraksi yang bisa dilakukan di sini meliputi outbond desa, paket pendidikan luar sekolah, dan lainnya.

Hal ini tentunya bisa mendatangkan keuntungan ekonomi bagi para warganya. Menurut catatan, warga rata-rata bisa mendapatkan pendapatan sebesar 100 hingga 150 ribu rupiah per event dan ini sudah berlangsung selama lebih dari 3 tahun.

Sektor Wirausaha

Bukan hanya dari sektor perekonomian saja yang dibangun. Sektor wirausaha juga digenjot untuk memajukan desa dan mensejahterakan rakyatnya. Di antaranya, kini desa tersebut sudah bisa memproduksi sabun susu, kripik pegagan, produk olahan waluh, anyaman daun mendong, dan berbagai jenis kerajinan yang dibuat per keluarga.

Sentra Olahan Waluh | Photo by desawisatatanon.com

Ke depannya, semua usaha ini akan diakomodir agar pemasarannya bisa lebih baik. Tidak bergantung pada wisatawan yang datang saja. Pemasarannya bisa dilakukan dengan media sosial, konsep souvenir, dan masih banyak lagi.

Sektor Pendidikan

Sementara itu, di sektor pendidikan desa yang awalnya cukup tertinggal ini juga mulai maju. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah adanya pelatihan non-formal seperti kursus bahasa Inggris, pembuatan kerajinan, pembuatan tepung sayur, pelatihan packaging souvenir, dan masih banyak lagi.

Berbagai pelatihan tersebut diharapkan bisa membuat warganya mendapatkan pendidikan yang lebih layak untuk pengembangan diri masing-masing. Hal itu senada dengan pemberian beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan dari jenjang SD hingga perguruan tinggi bagi para masyarakat yang membutuhkan.

Sektor Kesehatan

Belum cukup sampai di situ, untuk kesehatan juga ada perkembangan. Hal ini bisa dilihat dari berbagai sosialisasi yang dilakukan secara rutin tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PUBS. Selain itu, di tempat ini juga rutin dilaksanakan screening diabeter secara berkala serta senam sehat untuk semua masyarakatnya.

Untuk ketersediaan air bersih juga sangat baik. Program yang dilaksanakan di sini adalah distribusi air yang mana Astra sengaja menaikkan air ke titik tertinggi Desa Tanon dengan dibantu oleh tenaga ahli dan bantuan dana juga. Hasil yang didapat pun sudah bisa terlihat dari kemajuan masyarakat sekitar Desa Tanon.

Dengan banyaknya sektor yang coba dimajukan, tentunya memberikan dampak yang baik bagi masyarakat Desa Tanon yang dulunya tertinggal namun sekarang memiliki kemandirian dari berbagai aspek. Ke depannya, bukan hanya Desa Tanon yang akan dikembangkan. Masih banyak desa dari seluruh Indonesia yang akan dikembangkan dari program Astra ini.

Exit mobile version