Bagaimana Mencegah Pelanggaran Hak Cipta?

15 Juni 2016

Hai hai kalian sobat MUHRID. Selamat pagi/siang/sore/malam dan salam #kadamanahan. Beberapa jam yang lalu, saya sempat menemukan curhatan dari salah satu teman blogger tentang pelanggaran hak cipta gambar dan bagaimana cara mencegah pelanggaran hak cipta tersebut. Berikut curhatan beliau:

Curhat tentang Copyright

Curhat tentang Copyright

Berdasarkan komentar pada curhatan di atas, si penulis curhatan (sebut saja TS, Thread Starter) diminta bayaran dari pihak copytrack sebesar $400. Wah, lumayan besar ya? Meskipun TS telah menjelaskan bahwa gambar yang dicopas diambil melalui situs kompas yang bersumber dari dailymail dan telah menyertakan sumber gambar, tapi tetap saja pihak copytrack meminta bayaran $400. Di kolom komentar disebutkan bahwa ada keanehan, karena gambar tersebut diambil dari dailymail tapi pihak yang meminta royalti adalah pihak copytrack. Hmm, tapi di sini saya tidak akan membahas tentang keanehan tersebut, yang menjadi fokus sekarang adalah bagaimana kita sebagai pengguna karya cipta orang lain agar terhindar dari yang namanya pelanggaran hak cipta.

Nah, setelah saya melakukan penelusuran literatur, diketahui bahwa hal terkait hak cipta dan pelanggarannya telah di atur dalam Undang Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Dalam UU tersebut disebutkan bahwa yang namanya hak cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oke, penekanannya adalah pada hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak. Jadi, pengajuan pelanggaran hak cipta tidak bisa dilaporkan oleh sembarang pihak.

Sekarang lanjut.

Bagaimana tentang pembatasan hak cipta?

Pada pasal 15, telah disebutkan bahwa kondisi seperti di bawah ini, dan dengan syarat bahwa sumbernya harus disebutkan atau dicantumkan. Maka suatu penggunaan karya cipta tersebut tidak bisa dikatakan sebagai pelanggaran hak cipta.

Dengan syarat bahwa sumbernya harus disebutkan atau dicantumkan, tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta:

a. penggunaan Ciptaan pihak lain untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah dengan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari Pencipta;

b. pengambilan Ciptaan pihak lain, baik seluruhnya maupun sebagian, guna keperluan pembelaan di dalam atau di luar Pengadilan;

c. pengambilan Ciptaan pihak lain, baik seluruhnya maupun sebagian, guna keperluan:
i. ceramah yang semata-mata untuk tujuan pendidikan dan ilmu pengetahuan; atau
ii. pertunjukan atau pementasan yang tidak dipungut bayaran dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari Pencipta.

d. Perbanyakan suatu Ciptaan bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra dalam huruf braille guna keperluan para tunanetra, kecuali jika Perbanyakan itu bersifat komersial;

e. Perbanyakan suatu Ciptaan selain Program Komputer, secara terbatas dengan cara atau alat apa pun atau proses yang serupa oleh perpustakaan umum, lembaga ilmu pengetahuan atau pendidikan, dan pusat dokumentasi yang nonkomersial semata-mata untuk keperluan aktivitasnya;

f. perubahan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan pelaksanaan teknis atas karya arsitektur, seperti Ciptaan bangunan;

g. pembuatan salinan cadangan suatu Program Komputer oleh pemilik Program Komputer yang dilakukan semata-mata untuk digunakan sendiri.

Bagaimana cara mencegah pelanggaran hak cipta?

Oke, kesimpulan saya sebagai orang non-hukum berdasarkan UU di atas adalah suatu karya secara normal boleh digunakan secara luas tanpa menyebabkan pelanggaran hak cipta dengan syarat mencantumkan sumber dan tidak digunakan untuk keperluan komersil. Tapi tentunya, selalu usahakan untuk mendapat izin dari si pemegang hak cipta.

Nah, itulah cara mencegah pelanggaran hak cipta menurut analisis saya. Semoga artikel ini bermanfaat dan bagi kalian yang sebelumnya belum terlalu peduli terhadap hak cipta (salah satunya saya), mari kita bersama-sama membersihkan blog kita dari kemungkinan adanya pelanggaraan hak cipta.

Dasar Hukum: UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dan Pelanggaran Hak Cipta.

2 komentar pada artikel "Bagaimana Mencegah Pelanggaran Hak Cipta?"

  1. arif berkata:

    gan ini terus solusinya gimana ya? atau tolong kasih tau gan dimana thread itu biar saya ikut baca. thanks

    1. Muhammad Riduan berkata:

      Sebelumnya mohon maaf mas Arif, saya kurang tahu solusi dari permasalahan di atas. Dari posting ini saya hanya ingin menyampaikan cara pencegahan dari kasus yang pernah terjadi. Untuk kelanjutan dari kasus tersebut saya tidak mengikuti perkembangannya dan sekali lagi mohon maaf saya lupa threadnya ada di grup Facebook apa.

      Semoga kasusnya cepat terselesaikan mas Arif, aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.