Saran untuk Mahasiswa Baru yang Mencari Kos

12 Juni 2014

Halo sobat MUHRID. Pada artikel ini saya akan berbagi uneg-uneg tentang ibu kos dan tentunya sedikit pesan kepada kalian di akhir artikel. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian ya, terutama bagi mahasiswa baru yang sedang mencari kos 😀

Saran untuk Mahasiswa Baru yang Mencari Kos

Saran untuk Mahasiswa Baru yang Mencari Kos. Foto: kostbanget.com

Seperti yang saya sebutkan di atas, saya akan mengeluarkan uneg-uneg saya kepada ibu kos. Jujur saja, sebenarnya saya sudah menahan kekesalan ini selama hampir 6 bulan. Hingga akhirnya harus saya ungkapkan di blog ini karena sudah tidak kuat menahannya.

Kekesalan saya yang pertama adalah ketika ibu kos secara sepihak memperbaharui kontrak yang telah disepakati di awal musim awal ngontrak. Perjanjian awal ketika baru mengkos menyebutkan bahwa air ledeng dan listrik di tanggung oleh ibu kos. Lalu, setelah beberapa bulan, tiba-tiba ibu kos datang dan berkata “Mulai saat ini, detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, bulan ini, tahun ini juga, biaya air ledeng dan listrik ibu limpahkan ke kalian semua“. Siapa yang tidak kesal?

Salahnya kami saat itu adalah kami hanya bisa mengiyakan dan pasrah. Tanpa ada perlawanan sedikitpun. Kenapa? Karena kami lemah, haha

Itu yang  pertama, kekesalah yang kedua adalah sifat ibu kos yang acuh tak acuh pada laporan kami. Beberapa bulan setelah kejadian yang pertama, gagang pintu kos kami entah kenapa rusak. Jadi kami langsung menghubungi ibu kos untuk diperbaiki secepatnya karena beberapa hari lagi kami ingin pulang kampung. Ibu kos hanya bilang “Iya, nanti diperbaiki“. Tapi, 3 kali puasa, 3 kali lebaran, ibu kos juga tidak ada menampakkan batang hidungnya di kos untuk memperbaiki gagang pintu yang rusak. Oleh karena masalah ini tidak ada penyelesaiannya dari ibu kos, mau-tidak-mau kami yang memperbaikinya sendiri dengan tentu dengan modal sendiri.

Selanjutnya kekesalan yang ketiga. Kejadiannya terjadi ketika saya baru pulang kampung bersama si Pipau. Karena sampai di kos pas magrib, jadi rencananya saya dan Pipau istirahat dulu di kos untuk shalat magrib. Setibanya kami di kos, tiba-tiba ada ibu kos yang marah-marah tidak jelas. Saya coba memberi penjelasan dan dia tidak terima, lalu membuat aturan baru di kos kalau tidak boleh ada tamu cewe di kos sehabis magrib. Oalaah kos-kosan cewe saja setahu saya ditutupnya jam 10 malam. Ini kami yang kos-kosan cowo malah ditutup jam 7 malam? Bagaimana tidak kesal? Bukan apa-apa sebenarnya, yang paling tidak bisa diterima adalah ibu kos membuat peraturan secara sepihak lagi.

Yang terakhir, ketika saya dan Pipau mengerjakan laporan bersama di kos pada siang hari. Kebetulan ibu kos datang ke kos dan memarah-marahi kami lagi. Ada apa lagi ini? Apa yang salah? Padahal, pintu kos dibuka. Lalu, apa lagi yang dilakukan ibu kos? Saya rasa kalian sudah bisa menebaknya. Ibu kos membuat aturan baru lagi kalau tidak boleh ada perempuan masuk ke dalam kos. Bukan masalah sebenarnya kalau ibu kos menyediakan gazebo di depan kos. Ini kan tidak ada, mau belajar bersama dimana kami? Gelar lapak di halaman? Luar biasa, kami sebagai anak kos merasa seperti anak pesantren. Maaf ya bu, kami ini mahasiswa, kadang ada tugas kelompok bahkan ada yang harus dikerjakan sampai malam hari. Hufh, semenjak itu saya berpikir, apakah ibu kos ini pernah sekolah?

Saya tidak mengerti bagaimana pola pikir beliau. Kalau ibu kos ini merasa kos-kosan adalah miliknya. Iya, Anda benar, tapi ingat kami di sini bayar. Bukan numpang gratis, mana hak kami sebagai anak kos? Anda kemanakan saja bayaran kos kami yang bisa disebut di atas rata-rata biaya kos daerah sini?

Hingga akhirnya, semua penghuni kos keluar dari kos-kosan beliau. Semoga beliau tersadar.

Pelajaran untuk sobat MUHRID:

Dari cerita di atas, saya memberikan wejangan kepada sobat MUHRID semua, terutama untuk mahasiswa baru untuk berhati-hati dalam memilih kos. Pilihlah kos yang sudah memiliki aturan tertulis terkait tata tertib di kos. Jangan sampai kalian mendapatkan ibu kos yang sekehendak hati membuat peraturan baru, dan menaikkan harga kos dari kontrak yang masih berjalan.

2 komentar pada artikel "Saran untuk Mahasiswa Baru yang Mencari Kos"

  1. wahdanodha berkata:

    Buahahahaha…
    Ceritanyaa ini kos " perempuan dilarang datang ke kos saat menjelang magrib dan dilarang masuk kamar ! " kan ka ? Wkk

    1. Muhammad Riduan berkata:

      Haha, betul sekali. Hmm, sepertinya familiar dengan orang ini 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.