Tanya Kenapa #10: Kenapa Garis Jalan Putus-Putus?

10 Agustus 2016

Hai sobat MUHRID. Selamat datang kembali di posting kategori Tanya Kenapa, sebuah kategori yang mencoba untuk menjelaskan kenapa sesuatu bisa terjadi dan menegaskan bahwa sesuatu terjadi karena suatu alasan dan bukan terjadi secara kebetulan. Kali ini kita sudah memasuki Tanya Kenapa yang ke-10 dan pertanyaannya adalah Kenapa Garis Jalan Putus-Putus?

Kenapa Garis Jalan Putus-Putus

Tanya Kenapa #10: Kenapa Garis Jalan Putus-Putus. Foto: pixabay.com – Unsplash

Ide penulisan tanya kenapa #10 ini saya dapatkan ketika melamun –tolong jangan ditiru– dalam perjalanan balik ke Banjarbaru dari kampung tercinta Alabio (Amuntai). Mungkin ada juga beberapa sobat MUHRID yang tidak tahu apa alasan adanya garis putus-putus yang ada di tengah jalan, sedangkan di beberapa jalan lain ada yang garisnya penuh. Kira-kira kenapa ya? Apa mungkin untuk menghemat penggunaan cat di jalanan?

Sebentar, saya mau tertawa, haha, kenapa tertawa? Karena sebenarnya pertanyaan di tanya kenapa #10 ini konyol. Perlu kalian tahu, bahwa sebenarnya ada maksud dari adanya garis jalan yang putus-putus dan garis jalan yang penuh. Bagi kalian yang dapat SIM bukan dari ‘tembak’, mungkin sudah tahu jawabannya.

Apa alasan adanya garis jalan putus-putus?

Oke, sekedar informasi, menurut referensi yang saya dapatkan, ada beberapa macam jenis garis jalan, yaitu:

1. Garis putih putus-putus, garis ini artinya kalian diperbolehkan melintasi garis tersebut (berpindah jalur) jika memang jalur di sebelahnya kosong (tidak ada pengendara lain).

2. Garis putih penuh, garis ini artinya kebalikan dari garis putus-putus. Kalian tidak diperbolehkan melewati garis ini, biasanya garis ini ada tikungan.

3. Garis putih putus-putus dan penuh (garis putus dan penuh berdampingan), garis ini artinya bagi pengendara yang berada di bagian garis putus-putus diperbolehkan melintasi garis tersebut, sedangkan pengendara yang berada di bagian garis penuh tidak diperbolehkan melewati garis tersebut.

4. Garis putih serong lurik-lurik, garis ini menunjukkan bahwa daerah yang terdapat garis bukan merupakan jalur lalu lintas, biasanya ada di dekat bundaran atau pinggir jalan.

5. Garis kuning di tepi jalan, garis ini menunjukkan bahwa kalian tidak diperbolehkan berhenti atau parkir di daerah tersebut.

Nah, bagaimana? Puas dengan jawaban dari pertanyaan konyol di atas? Hehe. Dengan adanya penjelasan singkat di atas, saya harapkan kita semua dapat mengerti dan mematuhi garis yang ada di tengah atau di pinggir jalan, sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakan di jalan raya.

Referensi: UU 22 Tahun 2009 – DPR RI

3 komentar pada artikel "Tanya Kenapa #10: Kenapa Garis Jalan Putus-Putus?"

  1. indowardi berkata:

    Nah , ini udah gue ikutin gan, cuma belum banyak yang tau gan, nice info gan

    1. Muhammad Riduan berkata:

      Betul sekali gan, masih sedikit orang yang tahu maksud dari garis putus-putus dan tipe garis lain di jalanan. Terimakasih atas kunjungannya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.