Tanya Kenapa #9: Kenapa Air Laut Terasa Asin?

1 Agustus 2016
1.862 views

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Selamat pagi :D.

Hai hai sobat MUHRID. Selamat datang kembali di posting kategori Tanya Kenapa, sebuah kategori yang mencoba untuk menjelaskan kenapa sesuatu bisa terjadi dan menegaskan bahwa sesuatu terjadi karena suatu alasan dan bukan terjadi secara kebetulan. Kali ini kita sudah memasuki Tanya Kenapa yang ke-9 dan pertanyaannya adalah Kenapa Air Laut Terasa Asin?

kenapa air laut asin

Tanya Kenapa #9: Kenapa Air Laut Terasa Asin?

Kenapa Air Laut Terasa Asin?

Sebenarnya banyak versi tentang jawaban atas pertanyaan kenapa air laut terasa asin, dari jawaban ‘karena keringat ikan laut’, ‘karena kena lidah, kalau kena mata jadinya perih’, atau ‘kalau yang manis itu kamu’, tapi kali ini saya akan menjawab pertanyaan di atas dengan sedikit ilmiah atau setidaknya sesuai dengan logika manusia. Kenapa air laut terasa asin? Karena ada kandungan garam atau mineral di dalamnya. Oke, lalu darimana sumber garam mineral tersebut? Menurut referensi yang saya dapat, ada 4 sumber dari garam mineral yang menyebabkan air laut terasa asin. Salah satunya adalah tanah atau batuan, begini kronologisnya:

Pada saat terjadi hujan, air hujan ini akan jatuh ke tanah atau batuan dan akan merembes. Seiring dengan merembesnya air hujan ini, beberapa mineral (termasuk garam) yang terkandung di dalam tanah atau batuan akan ikut larut bersama air, kemudian akan larut ke dalam sungai dan akhirnya akan terbawa ke dalam lautan. Oleh karena proses ini terjadi secara terus menerus, akibatnya kadar garam di lautan menjadi semakin meningkat, dan akan terasa asin ketika diminum. FYI, kandungan garam di air laut adalah sebanyak 3,5% dari total bobot air laut.

Lalu muncul beberapa pertanyaan:

1. Kenapa air sungai tidak terasa asin? Bukannya kandungan garam mineral yang dibawa air hujan menuju laut larut melalui air sungai ya?
2. Berdasarkan penjelasan di atas, berarti suatu saat nanti kandungan garam pada air laut akan terus meningkat dan bisa mencapai angka 50%?

Oke, saya coba jawab secara singkat. Untuk pertanyaan 1, penyebabnya adalah karena kandungan garam mineral di dalam sungai sangat rendah, jadi belum terasa asin ketika kita meminumnya. Untuk pertanyaan 2, jawabannya mungkin-mungkin saja, tapi yang perlu diketahui adalah garam mineral yang terkonsentrasi di laut itu sebenarnya juga diserap atau dikonsumsi oleh makhluk hidup yang ada di laut. Oleh karena itu, sejauh ini kandungan garam mineral di laut masih stabil pada angka 3,5%.

Nah, bagaimana? Sudah jelas? Atau masih ada pertanyaan terkait jawaban di atas? Kalau misalkan ada, ya silakan ditanyakan di kolom komentar, saya akan coba jawab sebisa saya. Kalau misalkan kalian punya pertanyaan lain di luar jawaban di atas, ya silakan tanyakan juga di kolom komentar, insyaAllah akan saya jawab di Tanya Kenapa selanjutnya.

Referensi: Perpustakaan Online Menara Pengawal

Sekian, semoga bermanfaat :D


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.